Rp 0
Sudah Dihabiskan Sejak Program Dimulai
Sisa Anggaran MBG 2025–2026
Progres pengeluaran anggaran Rp 339 Triliun sejak 5 Januari 2025
4 Mei 1762
Berdasarkan laju pengeluaran saat ini (~Rp -3,5 Miliar/hari)
Berapa yang Negara Lain Habiskan untuk Makan Siang Anak?
USD PER SISWA PER TAHUN| Negara | USD per siswa per tahun |
|---|---|
| Brazil | $42 |
| India | $18 |
| Afrika Selatan | $35 |
| Indonesia | $51 |
| Jepang | $85 |
| Amerika Serikat | $120 |
| Swedia | $150 |
Indonesia berada di peringkat 4 dari 7 negara
Jika setara Swedia, anggaran yang dibutuhkan: Rp 208 Triliun
Pertanyaan Umum
Apa itu program Makan Bergizi Gratis (MBG)?
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah inisiatif pemerintah Indonesia yang diluncurkan pada 6 Januari 2025 untuk menyediakan makan siang gratis dan bergizi bagi 86.666.667 siswa di seluruh Indonesia. Program ini didanai dari APBN dengan total anggaran Rp 339 T untuk tahun 2025–2026 (APBN 2025: Rp 71 T, APBN 2026: Rp 268 T).
Berapa total anggaran MBG?
Total anggaran program MBG untuk tahun 2025–2026 adalah Rp 339.000.000.000.000 (Rp 339 T). APBN 2025 mengalokasikan Rp 71 T dan APBN 2026 mengalokasikan Rp 268 T, di mana 93% anggaran 2026 digunakan langsung untuk bantuan MBG.
Berapa biaya makan per porsi dalam program MBG?
Biaya per porsi makan dalam program MBG adalah Rp 15.000. Biaya ini mencakup bahan makanan, persiapan, dan distribusi ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.
Berapa pengeluaran MBG per hari?
Berdasarkan laju pengeluaran saat ini, program MBG menghabiskan sekitar Rp -3,5 M per hari, atau sekitar Rp -147,23 Jt per jam.
Dari mana data kalkulator ini berasal?
Data anggaran berasal dari sumber publik Kementerian Keuangan RI (Kemenkeu) berdasarkan APBN 2025 dan APBN 2026, serta siaran pers resmi Badan Gizi Nasional (BGN). Data perbandingan antar negara berasal dari laporan World Food Programme (WFP) tahun 2023. Kalkulator ini adalah proyek independen, tidak resmi, dan tidak berafiliasi dengan pemerintah, Badan Gizi Nasional, atau lembaga negara manapun.
Bagaimana cara kerja penghitung real-time?
Penghitung real-time menghitung estimasi pengeluaran berdasarkan total anggaran yang sudah terpakai dibagi jumlah hari sejak program dimulai pada 6 Januari 2025. Untuk tahun 2025, anggaran Rp 71 T telah selesai dialokasikan. Untuk tahun 2026, pengeluaran diestimasi berdasarkan alokasi anggaran Rp 268 T per tahun. Laju ini kemudian dikonversi ke detik untuk tampilan real-time.
Bagaimana posisi Indonesia dibandingkan negara lain?
Indonesia menghabiskan sekitar $51 per siswa per tahun untuk program makan siang sekolah. Ini berada di peringkat 4 dari 7 negara yang dibandingkan, di atas India ($18) dan Afrika Selatan ($35), tetapi di bawah Jepang ($85) dan Swedia ($150).
Tentang Kalkulator MBG
Apa itu Kalkulator MBG?
Kalkulator MBG adalah alat tidak resmi (unofficial) yang dibuat secara independen untuk memantau estimasi pengeluaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) Indonesia secara real-time. Alat ini tidak berafiliasi dengan pemerintah, Badan Gizi Nasional, atau lembaga negara manapun. Tujuannya adalah membantu masyarakat memahami penggunaan anggaran negara untuk program gizi anak sekolah.
Metodologi
Perhitungan pengeluaran didasarkan pada alokasi anggaran per tahun anggaran. Untuk APBN 2025 (Rp 71 T), seluruh anggaran dihitung sebagai belanja tahun pertama. Untuk APBN 2026 (Rp 268 T), pengeluaran diestimasi secara pro-rata berdasarkan hari yang telah berjalan. Laju pengeluaran harian kemudian digunakan untuk menghitung estimasi per jam dan per detik. Estimasi tanggal habisnya anggaran dihitung berdasarkan laju pengeluaran rata-rata sejak program dimulai pada 6 Januari 2025.
Sumber Data
- Data anggaran: Kementerian Keuangan RI (Kemenkeu) — APBN 2025 & APBN 2026
- Data program: Badan Gizi Nasional (BGN) — Siaran Pers 2026
- Data perbandingan antar negara: World Food Programme (WFP) — Laporan 2023
Disclaimer
Kalkulator ini adalah proyek independen dan tidak berafiliasi dengan pemerintah Indonesia, Badan Gizi Nasional, atau lembaga negara manapun. Data yang digunakan berasal dari sumber publik (APBN 2025, APBN 2026, dan siaran pers BGN) dan bersifat estimasi. Angka yang ditampilkan dapat berbeda dari laporan resmi karena perbedaan metodologi perhitungan dan waktu pelaporan.